Lihat Jokowi Nangis

Gebrakan hari pertama jokowi yang langsung turun ke bantaran sungai untuk meninjau langsung dan merancang langkah apa yang harus segera diambil setelah melihat secara langsung dengan mengajak dinas terkait dengan realitas & fakta di lapangan.

More Videos...


Jokowi ~ Jangan Nginap di Rumah Saya Lagi





Jokowi Cium Tangan Bibit
Twitter @Penguasaha : https://twitter.com/Penguasaha Facebook: http://www.facebook.com/pengua.saha.9 Google+ (Pengua saha): https://plus.google.com/116101871370566422458/posts Jokowi Ungkap Alasan Cium Tangan Bibit Jumat, 19 Oktober 2012 SOLO, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, sungkem atau cium tangannya kepada Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo merupakan bentuk penghormatan yunior kepada seniornya. Menurut dia, Bibit dipandang lebih senior ketimbang dirinya dalam segala hal. Semula Jokowi enggan menanggapi pertanyaan wartawan mengapa ia mencium tangan Bibit. Setelah didesak, akhirnya Jokowi mengungkapkan cium tangan yang ia lakukan kepada Bibit adalah sebagai bentuk penghargaan dari yang muda kepada yang lebih senior. "Ini masalah senioritas. Harus seperti itu dari yang muda kepada yang senior. Beliau, kan, senior segala-galanya dari saya. Dari sisi usia, lebih dulu jadi gubernur, dan pengalamannya lebih senior," kata Jokowi seusai acara pelantikan FX Hadi Rudyatmo sebagai Wali Kota Solo di Gedung DPRD Kota Solo, Jumat (19/10/2012). Sementara itu, Bibit langsung meninggalkan Gedung DPRD seusai menghadiri pelantikan. Ia dikabarkan hendak menghadiri sebuah acara di Kabupaten Boyolali. Akan tetapi, Ny Sri Bibit Waluyo masih menghadiri acara pelantikan Ny Endang Hadi Rudyatmo sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solo menggantikan Ny Iriana Joko Widodo yang mendampingi suaminya di Jakarta. Sebelumnya, Jokowi tampak mencium tangan Bibit sambil membungkuk saat keduanya bertemu di kompleks DPRD Kota Solo sebelum mengikuti acara pelantikan Hadi Rudyatmo. Seperti yang sempat diberitakan, ketegangan sempat terjadi antara Jokowi dan Bibit Waluyo terkait polemik pembangunan mal di Solo dengan menempati salah satu bangunan kuno Pabrik Es Saripetojo. Saat itu terlontar pernyataan dari Bibit yang mengatakan Jokowi sebagai seorang yang bodoh. Kala itu, Jokowi yang masih menjabat sebagai Wali Kota Solo menentang pembangunan mal di Kota Solo, apalagi mengubah bangunan bersejarah seperti Pabrik Es Saripetojo. Perang dingin antara kedua tokoh tersebut terjadi pada 2011. http://regional.kompas.com/read/2012/10/19/1242240/Jokowi.Ungkap.Alasan.Ciu m.Tangan.Bibit





Gaya Jokowi menghadapi demonstran





Pengakuan Kegagalan Jokowi
Beberapa kegagalan Jokowi (Joko Widodo) saat menjabat sbg walikota Solo terutama sekali adalah sikap bodoh krn tidak pernah ambil gaji. ini di nilai sbagai kegagalan dalam mensejahterakan keluarga dan mendzolimi diri sendiri. Tidak adanya kesempatan untuk memberikan sedikit tips / hadiah dalam bentuk materi walaupun itu adalah upaya kerjasama demi rasa saling menguntungkan antara pihak investor dan pendapatan sampingan bagi Jokowi demi keluarganya adalah konyol dan sangat tidak lazim, dan dinilai tidak bisa memanfaatkan posisi jabatan sbg walikota, yang seharusnya bisa mendapat berbagai keuntungan demi kepentingan' bersama. Sistem pemerintahan yang BIADAB, dengan memberlakukan Pengurusan KTP yang hanya 1 jam dengan biaya Rp. 5000 (lima ribu), kepengurusan sertifikat & surat2 ijin dg batas maksimal 6 hari dengan transparansi biaya yang harus di pampang jelas di masing2 kelurahan / dinas terkait, sungguh sangat2 tdk manusiawi, .. karena sama sekali tidak memberi kesempatan dinas2 terkait untuk mendapat upah sampingan. di batasinya investor untuk mendirikan Mall-mall dan lebih mementingkan pasar-pasar tradisional yang cenderung mementingkan orang2 mlarat dan kumuh. Seringkali secara diam2 membawa palu godam ke lapangan untuk mengecek langsung kwalitas beton pada pembangunan2 gedung/pasar yng sharusnya itu tdk prlu dilakukan, krn bisa dngn menunggu laporan dari pihak pelaksana. hal smacam ini bisa dikategorikan sebagai "buang2 energi" .. krn tidak ada gaji tambahan untuk itu. Tidak adanya kata ampun bagi para koruptor dan para pgawai yang tdk mau masuk pada system pemerintahannya (yng cnderung di tuntut bkerja cepat), merupakan tindakan yng bisa dikategorikan sbg dictator dan tidak manusiawi, karena bagaimanapun juga koruptor adalah juga manusia yang harus kita hormati. Terlalu rajin mengontrol di lapangan secara langsung juga dinilai sangat kejam, karena sama sekali tidak memberikan kesempatan mark up untuk proyek2 pembangunan yang seharusnya bisa memberi keuntungan lebih dan upah sampingan bagi pihak/instansi terkait sbg pelaksana. Terlalu mementingkan kalangan menengah ke bawah, shingga seringkali kebijakannya tidak memberikan keuntungan yng sbesar-besarnya bagi para pngusaha besar, terutama pengembang mega mall. Seharusnya yang miskin biarlah miskin dan tidak ush di beri berbagai fasilitas, krn itu sudah menjadi nasib mereka. Badannya yang kurus karena terlalu sibuk mementingkan rakyat, bisa di kategorikan sbg orng yng sama sekali tidak bisa memanfaatkan posisi jabatannya yg sharusnya bisa meraup keuntungan yng sbesar-besarnya bagi masa depan sanak keluarganya. Dengan berbagai kelemahan dan kekurangan diatas, apakah JOKOWI layak mnjadi pmimpin .......???




Follow